Memuji anak dengan kelebihannya masing-masing

Saifudin, SE telah dibaca : 26 kali

“Memuji anak dengan kelebihannya masing-masing”

 

Oleh : Saifudin, SE.

Penyuluh Sosial Muda – Dinas Sosial Kabupaten Lahat

 

Setiap anak memiliki kelebihan masing-masing, tingkat gizi yang diberikan kepada anak akan berpengaruh pada perkembangan dan pertumbuhan anak. Kecerdasan dan tumbuh kembang anak juga bisa dipengaruhi oleh orangtua dalam memberikan permainan edukatif sehingga motorik halus dan motorik kasar terbangun pada diri anak, dengan demikian terbantu ketahanan dalam keluarga. Jika ketahanan keluarga telah berjalan dan memberikan peningkatan tumbuh kembang anak, anak  akan memiliki kelebihan-kelebihan. Tentunya dengan kelebihannya, sebagai orangtua harus mampu mengimbangi dengan sikap-sikap yang membangun dan mendorong sehingga anak memiliki perkembangan yang positif.

Bagaimana cara memberikan pujian kepada anak ? :

  1. Memuji dengan kalimat yang realistis.

Misal : Alkhamdulillah gambar adik bagus, biar lebih bagus lagi warnanya tidak keluar dari garis gambar ini, sayang.

  1. Pujian diberikan sesuai dengan bakat anak, acungkan jempol atau memeluknya ketika anak bisa mengerjakan dengan sukses.

Misal : Gambarnya bagus !

  1. Ketika anak mengalami kegagalan, anak diberikan hiburan.

Misal : Tidak apa-apa adik tidak menjadi juara mewarnai, mama sudah senang dan bangga adik sudah semangat berusaha. Insya Allah adik akan pandai mewarnai dan jadi juara.

  1. Memberikan pujian yang menjadikan kebiasaan yang baik.

Misal : Wah anak mama pinter, terimakasih ya nak membuang sampahnya tidak sembarangan, sekarang tempat mainnya jadi bersih dan sehat.

 

 

 

Yang sangat tidak diperkenankan dalam memuji anak :

  • Membandingkan kelebihan sang anak dengan kelemahan anak lain. Akibatnya adalah anak suka merendahkan orang lain, anak akan sombong.
  • Pujian yang berlebihan, akibatnya anak akan haus pujian.
  • Memuji tanpa motivasi. Hal ini akan menumbuhkan rasa puas diri terhadap anak, sehingga anak cenderung akan malas dan tidak mencoba tantangan baru.


Menahan diri ketika ingin mencubit/memukul/menjewer anak

Memeluk anak sambil berkata, ibu sayang kamu

Membelai rambut anak atau mengusap kepalanya

Mendengarkan anak yang sedang berbicara, menatap wajahnya dan memberikan senyuman

Mencoba memahami diri, ketika marah pada pasangan dan anak


Tinggalkan Komentar
0 Komentar :