Menahan diri ketika ingin mencubit/memukul/menjewer anak

Saifudin, SE telah dibaca : 55 kali

“Menahan diri ketika ingin mencubit/memukul/menjewer anak”

 

Oleh : Saifudin, SE.

Penyuluh Sosial Muda – Dinas Sosial Kabupaten Lahat

 

Mari kita merenungkan tentang anak kita, ibarat selembar kertas putih yang tanpa noda, tanpa coretan tulisan, polos. Menjadi akan berubah kertas yang polos tersebut ketika disentuh dengan coretan-coretan. Coretan bisa bermakna positif dan bisa bermakna negatif. Positif, jika coretan yang diberikan pada kertas putih, namun coretan yang diberikan memiliki makna dan bermanfaat bagi kertas. Maksudnya anak yang polos, akan dibentuk, akan diberi warna apapun akan tergantung pada orangtuanya.

 

Sebagai orangtua sangat penting memiliki pengetahuan dan kebijakan dalam memilih cara mendidik anaknya. Mungkin orantua kita dulu mendidik kita dengan tekanan/keras bahkan memukul dan sebagainya, kemudian kita akan menirunya. Tidaklah demikian, tidak bisa disamakan ketika kita kecil dengan pengasuhan yang mungkin keras dari orangtua kita  dengan kita saat ini menjadi orangtua dalam mengasuh anak.

 

Bahwa memukul, mencubit, menjewer bukan penyelesaian yang praktis dan cepat dalam mengatasi kenakalan/rewelnya  anak. Oleh karena memukul, mencubit, menjewer anak berdampak :

  1. Tindakan memukul, mencubit, menjewer atau cara hukuman fisik lainnya kepada anak itu akan direkam dalam memori jangka panjang anak.
  2. Kebiasaan memukul atau mencubit anak dapat mengakibatkan anak menjadi agresif, anak akan meniru.
  3. Anak akan memiliki acuan pembenaran tingkah lakunya.
  4. Anak akan menerima secara alam bawah sadar berpengaruh pada perilaku anak pada saat dewasa nanti.
  5. Ketika besar akan mewarsikan kebiasaan buruk.
  6. Anak akan mudah depresi dan cemas.
  7. Anak akan mengalami gangguan komunikasi.
  8. Anak akan mewariskan bahasa yang kurang sopan terhadap orang yang lebih tua.
  9. Anak tidak bebas mengungkapkan pendapatnya.
  10. Memukul dibagian kepala akan berdampak pada kondisi anak, seperti gangguan pada pendengaran, anak akan menjadi mudah marah, dan lain sebagainya


Memeluk anak sambil berkata, ibu sayang kamu

Membelai rambut anak atau mengusap kepalanya

Mendengarkan anak yang sedang berbicara, menatap wajahnya dan memberikan senyuman

Mencoba memahami diri, ketika marah pada pasangan dan anak

Meminta bantuan pasangan untuk ikut mengasuh anak


Tinggalkan Komentar
0 Komentar :