Mengucapkan terima kasih pada anak, jika anak selesai membantu

Saifudin, SE telah dibaca : 538 kali

“Mengucapkan terima kasih pada anak, jika anak selesai membantu”

 

Oleh : Saifudin, SE.

Penyuluh Sosial Muda – Dinas Sosial Kabupaten Lahat

 

Setiap orangtua selalu mengharapkan anaknya memiliki perilaku yang baik, perilaku baik yang ditunjukan anak akan  bergantung pada perilaku orangtuanya. Harapan orangtua akan terwujud dengan perilaku sesuai harapannya adalah akibat dari contoh-contoh perilaku yang diperlihatkan dan diberikan kepada anak, tidak hanya itu memberikan hak-hak anak sejak anak dalam kandungan hingga usia remaja itupun bergantung pada keutuhan dasar seperti makan dan hak lainnya. Jika kebutuhan dasar anak selalu terpenuhi, akan tetapi sumber yang didapat untuk memenuhinya adalah dari sumber yang tidak baik (bukan haknya) akan tergambar pada perilaku anak sehingga orangtua akan mengalami kesulitan dalam pengasuhan anaknya. Memang benar, ada yang berpendapat bahwa anak dilahirkan dalam keadaan fitrah, dengan kefitrahannya anak mulailah pengasuhannya dengan hal-hal yang baik, baik menurut ajaran agama maupun menurut cara memberikan pengasuhan dengan contoh-contoh yang baik untuk bisa memberikan bekal berperilaku menjadi anak yang baik.

 

Dengan memberikan contoh-contoh perilaku baik dari orangtua, akan berdampak pada berkurangnya perilaku yang tidak baik berubah menjadi perilaku yang baik. Awali kewajiban mengasuh anak sejak dari perencanaan keluarga dengan memerhatikan kewajiban-kewajiban apa saja yang layak, pantas dan tepat yang mesti diberikan pada anak.

 

Sebagai orangtua tidak bisa membandingkan dalam pengasuhan anak dengan pergaulan sehari-hari dengan teman/orang lain, tentu akan jauh berbeda. Ini mengandung makna bahwa, kita mungkin pernah mendengar orang tua meminta maaf pada anaknya saja terasa berat sekalipun bertindak benar. Kemudian anak telah selesai membantu atau melaksanakan perintah orangtuannya, sebagai orangtua terkadang ada rasa berat juga untuk mengucapkan terima kasih. Nah hal-hal yang demikian bisa menjadi pembanding, ketika orangtua selalu mengucapkan terima kasih kepada anaknya, anak akan terbiasa mendapatkan contoh yang baik. Akan tetapi bila anak telah melaksanakan perintahnya, namun ucapan terima kasih sedikitpun tidak pernah terucap oleh orantuanya anak akan terbiasa mendapatkan contoh yang tidak baik. Jadi, silahkan sebagai orang tua akan pilih dengan :

  1. Mengucapkan terimakasih jika anak selesai membantu (sebagai perilaku yang baik) ; atau
  2. Tanpa mengucapkan terimakasih sama sekali (sebagai perilaku yang tidak baik).

 

Sebagai orangtua akan sependapat bahwa, dengan iklas dan tulus hati dalam rangka pengasuhan anak dengan memberikan perilaku yang baik kepada anak adalah “Mengucapkan terimakasih jika anak selesai membantu”.

 

 


Mengucapkan tolong ketika ingin meminta anak melakukan sesuatu

Memuji anak dengan kelebihannya masing-masing

Menahan diri ketika ingin mencubit/memukul/menjewer anak

Memeluk anak sambil berkata, ibu sayang kamu

Membelai rambut anak atau mengusap kepalanya


Tinggalkan Komentar
0 Komentar :